Diawali dengan monolog sosok ikal didalam bus menuju kampung halamannya,dia ( ikal ) membawa kembali ingatan nya ke BELITONG 1974 dimana hari itu adalah hari pertama Ikal masuk sekolah di SD Muhammadiyah GANTONG
Percakapan antara Bu Muslimah dan Pak Harfan,kecemasan para orang tua dari anggota laskar pelangi, mungkin menjadi klimaks cerita di bagian ini,saat murid-murid nya baru berjumlah 9 orang,di saat penantian murid ke sepuluh...
"Sembilan orang...Baru sembilan orang Pamanda Guru,masih kurang satu ..." katanya gusar pada Bapak kepala sekolah.Pak Harfan manatapnya kosong
...
"Kita tunggu sampai pukul sebelas..." kata pak Harfan kepada Bu Mus dan seluruh orang tua yang telah pasrah.
Selanjutnya cerita film ini berlanjut ke waktu lima tahun setelahnya
Ada lima tokoh sentral di dalam film garapan Riri Reza ini : Lintang , Ikal , Mahar , Bu Muslimah dan Pak Harfan.Suasana Belitong tahun 1974 sangat terwakili dengan para pekerja PN TIMAH dengan sepeda kumbang nya , dan tulisan di papan pengumuman " Dilarang masoek bagi jang tida punja hak" ( really, i loves that sign!.COOL! ).
SD Muhammdiyah yang "parah" ,Lintang anak pesisir yang pantang menyerah,Ikal yang hiperbolis ketika melihat kuku A ling , Mahar si seniman burung hantu dengan ide brillian suku asmatnya,Bu muslimah yang sabar dan Pak Harfan yang bijaksananya,dalam film ini semuanya terwakili dengan baik.Salute for Riri Reza and all crews who make this movie looks GORGEOUS !

Karena nanti ia ( lintang ), seorang anak miskin pesisir akan menerangi nebula yang melingkupi sekolah miskin ini. -Laskar pelangi,Andrea Hirata-

Sebuah perjalanan moral pertama bagiku : Jika tak rajin sholat maka pandai - pandailah berenang. -laskar pelangi,Andrea Hirata-
Ibu muslimah yang beberapa menit lalu sembap kini menjelma menjadi sekuntum Crinum Giganteum.-laskar pelangi,andrea hirata-
Unforgetable momments buat gua dalam film ini adalah,ketika Lintang pulang ke rumah setelah memenangkan lomba cerdas cermat,disitu dikisahkan bahwa ayah lintang tidak pernah pulang kerumah lagi setelah terakhir kali pergi melaut.Heroic and Touching
====================================================================
Ibunda Guru,Ayahku telah meninggal nanti aku akan sampaikan salamku yang terakhir buat Ibunda guru dan teman - teman di sekolah.Salam ku,Lintang
====================================================================
Anak laki - laki miskin pesisir Belitong,yang tidak punya Ibu dan kini kehilangan seorang Ayah ,haruslah mengambil alih dan menjadi tulang punggung keluarga
...
Dan kami harus kehilangan seorang genius didikan alam,orang yang selalu berusaha datang lebih pagi,dan kini dia harus meninggalkan kami lebih dulu -Andrea Hirata-
Dalam adegan itu sangat ter "wakil" kan sekali sosok lintang yang seperti kata Andrea Hirata : Lintang adalah Cita - cita ,Lintang adalah semangat,Lintang adalah kobaran api yang tidak akan pernah padam.
Finally.Banyak sekali kejutan di film ini sayang kalo dilewatkan...Believe me ! its Very very inspiring movie !
PS : Versi novel dan Film memang berbeda,jika novel lebih banyak memiliki ruang untuk bercerita,sedangkan film hanya memiliki waktu paling lama 3 jam.Jadi wajar saja jika ada bagian - bagian di novel yang tidak ter maktub kan kedalam film.But overall,Film ini berstatus wajib tonton. SWEAR!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar